Jumat, 02 Desember 2016

"Aku Rapopo..."

"Aku Rapopo..."
M Subhan SD  ;   Wartawan Senior KOMPAS
                                                    KOMPAS, 01 Desember 2016

                                                                                                                                                           
                                                                                                                                                           

Saat pusaran politik gonjang-ganjing saat ini, tiba-tiba Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) diganti. Partai Golkar memutuskan Akom diganti oleh orang yang digantikannya pada awal Januari 2016, Setya Novanto. "Jabatan adalah amanah, kapan pun Allah akan memberikan ataupun mengambil amanah ini, saya siap dan ikhlas. Bahasa Jawa-nya, aku rapopo, bahasa Sunda-nya teu sawios, terlebih demi keutuhan NKRI," ujar Akom, Senin (28/11), saat jumpa pers.

Istilah "aku rapopo" menjadi tren dan sangat gaul setelah Jupe atau Julia Perez melantunkan lagu "Aku Rapopo" (2014). Aku rapopo adalah singkatan dari aku ora opo-opo (bahasa Jawa) yang berarti "aku tidak apa-apa". Istilah itu melukiskan reaksi seseorang yang berupaya tegar meskipun mengalami kenyataan pahit. Kira-kira menunjukkan perasaan tidak ada apa-apa, meskipun sebenarnya tebersit kegalauan.

Dan, aku rapopo tidak lagi menjadi istilah sehari-hari, melainkan akrab di arena politik. Akom seakan melanggengkan kembali istilah aku rapopo itu. Dia mengaku istilah itu kerap juga digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Karena disampaikan presiden kan jadi terkenal," kata Akom, esoknya.

Presiden Jokowi nyantai saja ketika diserang lawan-lawan politiknya. "Diserang silakan, diejek silakan, sekali lagi masyarakat sudah bisa saring mana bener mana enggak bener. Saya dari dulu enak dong, mau nyerang silakan, mau dukung silakan. Mau enggak dukung silakan. Enak toh. Aku rapopo, ya, terjemahannya aku rapopo: aku enggak masalah, mau bilang apa pun, aku rapopo," kata Jokowi semasa Pilpres, 24 Maret 2014.

Rivalnya saat itu, giliran Prabowo Subianto yang merasa dizalimi dan dituding macam-macam, bereaksi, "Saya perhatikan, semakin hari semakin banyak kampanye hitam yang diarahkan kepada saya. Saya juga rapopo. Becik ketitik ala ketara (Kebaikan atau kejahatan akhirnya akan kelihatan)," kata Prabowo di Twitternya, 26 Maret 2014. Kini, saat situasi politik memanas, Jokowi dan Prabowo malah tampak akrab.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun pernah memakai istilah itu. Sewaktu menjadi juru kampanye di Palem- bang, April 2014, SBY mengisahkan tentang program kerakyatan selama 10 tahun memimpin negeri ini. Namun, tetap saja banyak pihak yang tidak senang. "Rapopo orang menjelekkan Demokrat, menjelekkan SBY. Biarkan saja, rakyat tidak suka dengan cara orang-orang seperti itu," kata SBY, 1 April 2014.

Kembali soal Akom, penggantiannya terlihat tidak biasanya. Kemarin, muncul putusan Mahkamah Kehormatan Dewan tentang dua kesalahan etik Akom. Padahal, semula, menurut Golkar, penggantian Akom bukan karena kesalahan. Pengembalian posisi Novanto demi marwah partai. Novanto adalah Ketua Umum Partai Golkar, menggantikan Aburizal Bakrie.

Novanto memang politikus piawai. Bisa jadi banyak pihak yang nyaman dengan Novanto. Dua pekan lalu, ia mengunjungi Presiden Jokowi sampai dua kali. Padahal, Jokowi pernah marah terkait kasus "papa minta saham". Dia juga mengunjungi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Mungkinkah Novanto bisa membawa DPR berposisi sama dengan pemerintah terkait unjuk rasa dan dugaan isu makar akhir-akhir ini. Kemarin, Novanto yang pernah bersua dengan Donald Trump yang kini terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, sudah bersumpah kembali sebagai Ketua DPR. Persis setahun silam di harian ini, saat ribut-ribut kasus "papa minta saham", saya menulis "Ssst, Ini Politisi Kuat 'Lho'" (28/11/2015).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar